I LOVE IPB
IPB Badge
My Calender
September 2010
S M T W T F S
    Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Jakarta – Mengapa bau mulut bisa terjadi? Ini dikarenakan setelah 30 menit tidak makan, keasaman mulut akan meningkat karena sisa asam tidak diangkat, hal inilah yang menyebabkan mulut menjadi tidak segar. Berikut dua buah tanaman herbal
untuk mengurangi keasaman dan bau mulut.

Cengkih
Cengkih dan minyaknya dipercaya mampu memperbaiki fungsi lambung sehingga pencernaan menjadi lebih baik. Selain itu, cengkih juga bisa mengurangi peradangan, khususnya yang terjadi pada selaput lendir mulut dan tenggorokan sebagai salah satu pemicu timbulnya bau mulut.

Cara membuatnya pun sangat mudah. Anda hanya memerlukan sekitar tiga hingga lima buah bunga cengkih. Seduh dengan air secukupnya lebih kurang 5 menit, lalu dinginkan. Gunakan air ini untuk berkumur. Cara lain, ambil beberapa butir cengkih kering. Tumbuk sampai hancur, rendam dalam segelas air hangat. Setelah 30 menit, airnya dapat digunakan untuk berkumur.

Sirih
Daun sirih sudah dipercaya sedari dulu sebagai bahan utama untuk menginang (kebiasaan mengunyah sirih) karena dianggap dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka kecil di mulut, menghilangkan bau mulut, dan menghentikan perdarahan gusi. Hal tersebut diperkuat oleh penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) bahwa minyak asiri dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri yang cukup besar.

Cara membuatnya yaitu dengan mencuci bersih beberapa lembar daun sirih lalu direbus dengan 1,5 gelas air. Setelah dingin, air rebusan ini digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi. Agar lebih maksimal, ambil 10 -15 lembar daun sirih merah yang telah dicuci bersih, rebus dengan suhu 400 cc (dua gelas air) hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Selagi hangat, gunakan air untuk berkumur-kumur setelah sahur.

Sumber : wolipop.com

Comments are closed.